Hari ini masuk kantor lagi setelah kemarin kena Salmonella Thyposa, dan memilih ngantor karena suntuk di kos meski di kantor hanya duduk, diam, dan tenang. Lets we say, alhamdulillah!Hanya Allahlah yang berkenan sembuhkan saya, karenaNyalah saya bisa menulis di sini, mendedahkan segenap isi hati, sekali lagi, karena-Nya saja, bukan karena obat atau dokter.
Jujur, akhir2 ini saya terlalu banyak pikiran. Entah saya yang terlalu "gerak cepat", pemikir, atau mempersulit diri sendiri, membebani diri dengan hal-hal detail, rinci. Kalau kata sahabat saya, ingin jadi "The Real Jakartan". Entahlah. Yang jelas dari situlah thypus bermula. Survey kontrakan berhari2 sepulang kantor, setelah sebelumnya fotokopi, nganter2 nota dinas, transkrip, dsb. Pulang kantor khatamkan koran, sholat, tilawah,sholat lg, "night talk" ^_^, tidur, jam 3/4 bangun, sholat, siap-siap, ke kantor lg, dan begitulah selanjutnya...
Acapkali, saya makan siang sekaligus sarapan, dinner sekalian makan siang, dsb.Baiklah, saya insyaf, saya taubat. Saya jd ingat Dirut PLN Dahlan Iskan yang "ganti hati", saya jd ingat...MATI. Andaipun ajal menjemput, tak masalah bagi saya, karena toh orang tua saya telah lebih dulu ke "alam sana". Tapi bukan itu soalnya. Saya ingin punya umur barokah. Lebih tepatnya, panjang dan barokah. Saya ingin punya, suami yg humoris dan sabar, anak-anak yang banyak sekaligus shalih-shalihat, hehe.
Jadi begini teman-teman, to the point ajah, ada yang ingin saya sampaikan, betapa dalampun kita pernah jatuh, betapa beratpun ujian yang pernah kita tempuh, jangan lupa tuk selalu hadapkan muka ke depan, karena di sana ada masih ada harapan, masih ada jalan.Chayo!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar