Dear Kids,
Apa kabarmu hari ini nak? masihkah matamu sembab? Well, kita tak pernah kenal sebelumnya, atau bertemu secara tak sengaja, tapi aku pernah merasakan apa yang kalian rasakan, perasaan kehilangan sosok ayah, dalam arti harfiah, karena beliau takkan kita jumpai lagi di belahan bumi manapun.
Salam hangatku untuk kalian, jika saat ini kalian masih sering menangis, itu wajar. Karena kematian tak hanya memisahkan manusia dalam waktu seminggu atau dua minggu, sebulan atau dua bulan, tapi selamanya, hingga kita kelak dipertemukan olehNya, dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai "di sana".
Baiklah kids, ada banyak hal yang ingin kuutarakan, bukan karena ayahmu terkenal, atau karena apapun, tapi lebih karena ingin berbagi saja, berbagi perasaan yang sama pernah kurasakan, kehilangan manusia tersayang, di saat yang kita anggap tidak tepat, terlalu dini, terlalu tiba-tiba, terlalu mendadak.
Tak apa jika air matamu belum kering, wajar, menangislah jika itu membuatmu tegar, tapi ingat kids, kematian tak hanya berhenti pada tangis dan ratap, ada kehidupan yang menunggu kita untuk kita lalui, ada hari-hari yang menanti kejutan-kejutan dari kita, ada orang lain di sekeliling kita yang menanti kita bangkit dan bersinar lagi.
Sangat sukar menjalani hidup di muka bumi ini tanpa ayah, tanpa lelaki yang rela melakukan apapun dan mengorbankan apapun demi secercah senyum kita, sangat sukar, aku tahu pasti itu, nak. Tapi tenang, akan akan ada ''äyah-ayah'' yang akan kau temui sepanjang hidupmu. Mereka yang bukan ayah biologis kita, tapi berbaik hati membantu kita, seolah ayah kita dulu. Percaya itu.
Oh ya nak, jangan lupa jadilah anak-anak shalihat, doakan ayahmu selalu. Kenanglah kebaikannya, tetap bersahabatlah dengan sahabat-sahabat beliau. Well, kita tak akan pernah temui lelaki yang sama persis seperti ayah kita, tak akan, sadari itu, jangan pernah berharap beliau kembali, tapi bolehlah sekali-kali kau berharap akan berjumpa dengannya dalam mimpi. Nak, lakukan hal terbaik semampumu, sekuat tenagamu, ada atau tak ada ayahmu.Jadilah yang terbaik dimanapun kalian berada, entah jadi wisudawan terbaik di kampusmu, jadi artis cantik yang minim gosip, pengacara yang tak mempan suap, atau apapun itu jalan yang kau pilih nak, jadilah yang terbaik. Bersedilah secukupnya saja, keringkan air mata meski sebenarnya masih mampu menangis. Tenang nak, tenang. Semua ini cara Tuhan agar kita menjadi wanita tegar, dan semua hikmah baru akan terpetik ketika kita menjadi wanita dewasa. Bagaimana kita menilai lelaki yang mendekati kita, mencoba mencuri hati kita, dengan parameter seperti ayah kita. Beruntung jika kau kelak menikah dengan lelaki berkarakter seperti ayahmu, tapi jika tidak, tetaplah bangga nak, karena paling tidak pernah memiliki ayah, seperti ayah kita. Kuat ya, kita pasti bisa, percaya dech! Wanita-wanita tegar hanya tercipta dari sebuah kehidupan yang banyak benturan dan ujian, bukan dari hidup yang penuh dengan kemanjaan. Love u kids..
Regard,
SPS